Peran air dalam kehidupan manusia sangatlah luas, tidak hanya untuk minum dan juga untuk aktivitas sehari-hari, mandi dkk, air juga digunakan manusia untuk pertanian, perikanan, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Dalam sektor perikanan, air memiliki peran yang sangat penting. Air yang memiliki kandungan oksigen yang cukup serta tidak mengandung banyak zat-zat “racun” pada umumnya dapat memberikan hasil pertumbuhan ikan yang lebih baik.

Untuk meningkatkan kandungan oksigen dalam air, aerasi dengan berbagai jenis aerator dapat dilakukan. Secara alami, oksigen larut ke dalam air karena adanya tekanan pada atmosfer sebagai driving force. Kandungan oksigen terlarut dalam air, dissolved oxygen, mempengaruhi pertumbuhan, kebiasaan, dan fisiologi dari organisme di dalam air termasuk ikan.

Adanya oksigen di dalam air kolam ikan berfungsi untuk menguraikan senyawa organik yang terkandung di air kolam ikan yang berasal dan sisa pakan yang tidak termakan serta dari kotoran ikan atau kotoran lain yang masuk dari luar kolam. Kandungan senyawa organik dalam kolam budidaya ikan biasanya direpresentasikan dari nilai COD. Chemical Oxygen Demand (COD) adalah nilai yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa organik menjadi karbondioksida dan air. Degradasi dari senyawa organik dalam kolam ikan dibantu oleh adanya bakteri, dimana reaksi terjadi menurut persamaan berikut:


Aerasi yang bertujuan untuk meningkatkan dissolved oxygen dalam air, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis aerator. Salah satu teknologi yang dikembangkan Fakultas Teknik UGM, adalah Micro bubble generator atau MBG. MBG adalah aerator yang menghasilkan udara dalam bentuk gelembung berukuran mikro. Micro bubble generator bekerja dengan cara mendorong air bertekanan ke pipa venturi sehingga terbentuk area bertekanan rendah dan secara otomatis akan menghisap udara ke area bertekanan rendah tersebut ke area berporos dan memproduksi microbubbles dan keluar melalui orifice (Deus and Budhijanto, 2017). Umumnya micro bubble berukuran 10-50 µm (Agarwal, Ng dan Liu, 2011). Micro bubble memiliki luas transfer massa antar fasa lebih besar dibandingkan dengan gelembung pada umumnya. Luas transfer massa yang lebih besar ini akan membuat transfer massa udara lebih cepat sehingga seluruh udara dapat terdifusi ke air sebelum gelembung keluar dari air.

Aerasi kolam ikan dengan MBG menunjukkan hasil yang positif terhadap kualitas air dan juga pertumbuhan ikan. Untuk mempelajari aplikasi MBG di kolam ikan, saksikan video berikut yuk! (Kontributor : Ganang Dino Utama)